Alquran-indonesia.com


m.berita8.com


 
surah / surat : An-Naml Ayat : 1
طسٓ
tha siin
تِلْكَ
inilah
ءَايَٰتُ
ayat-ayat
ٱلْقُرْءَانِ
Al-Qur'an
وَكِتَابٍ
dan Kitab
مُّبِينٍ
nyata/jelas

طٰسٓ‌ تِلۡكَ اٰيٰتُ الۡقُرۡاٰنِ وَكِتَابٍ مُّبِيۡنٍۙ‏ ﴿۱﴾  

thaa-siin tilka aayaatu alqur-aani wakitaabin mubiinin

1. Thaa Siin [1091] (Surat) ini adalah ayat-ayat Al-Qur'an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,

[1091]. Lihat not no. 10.
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 2
هُدًى
petunjuk
وَبُشْرَىٰ
dan kabar gembira
لِلْمُؤْمِنِينَ
bagi orang-orang yang beriman

هُدًى وَّبُشۡرٰى لِلۡمُؤۡمِنِيۡنَۙ‏ ﴿۲﴾  

hudan wabusyraa lilmu/miniina

2. untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman,
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 3
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يُقِيمُونَ
(mereka) mendirikan
ٱلصَّلَوٰةَ
salat
وَيُؤْتُونَ
dan mereka menunaikan
ٱلزَّكَوٰةَ
zakat
وَهُم
dan mereka
بِٱلْءَاخِرَةِ
dengan akhirat
هُمْ
mereka
يُوقِنُونَ
mereka yakin

الَّذِيۡنَ يُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَ هُمۡ بِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ يُوۡقِنُوۡنَ‏ ﴿۳﴾  

alladziina yuqiimuuna alshshalaata wayu/tuuna alzzakaata wahum bial-aakhirati hum yuuqinuuna

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 4
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
لَا
(mereka) tidak
يُؤْمِنُونَ
beriman
بِٱلْءَاخِرَةِ
dengan akhirat
زَيَّنَّا
Kami jadikan memandang baik
لَهُمْ
bagi mereka
أَعْمَٰلَهُمْ
perbuatan-perbuatan mereka
فَهُمْ
maka mereka
يَعْمَهُونَ
mereka kebingungan

اِنَّ الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَةِ زَيَّـنَّا لَهُمۡ اَعۡمَالَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُوۡنَؕ‏ ﴿۴﴾  

inna alladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati zayyannaa lahum a'maalahum fahum ya'mahuuna

4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 5
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itulah
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
لَهُمْ
bagi mereka
سُوٓءُ
buruk
ٱلْعَذَابِ
azab
وَهُمْ
dan mereka
فِى
di
ٱلْءَاخِرَةِ
akhirat
هُمُ
mereka
ٱلْأَخْسَرُونَ
orang-orang yang paling rugi

اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ لَهُمۡ سُوۡٓءُ الۡعَذَابِ وَهُمۡ فِى الۡاٰخِرَةِ هُمُ الۡاَخۡسَرُوۡنَ‏ ﴿۵﴾  

ulaa-ika alladziina lahum suu-u al'adzaabi wahum fii al-aakhirati humu al-akhsaruuna

5. Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 6
وَإِنَّكَ
dan sesungguhnya kamu
لَتُلَقَّى
sungguh kamu menerima/diberi
ٱلْقُرْءَانَ
Al-Qur'an
مِن
dari
لَّدُنْ
sisi
حَكِيمٍ
Maha Bijaksana
عَلِيمٍ
Maha Mengetahui

وَاِنَّكَ لَـتُلَـقَّى الۡقُرۡاٰنَ مِنۡ لَّدُنۡ حَكِيۡمٍ عَلِيۡمٍ‏ ﴿۶﴾  

wa-innaka latulaqqaa alqur-aana min ladun hakiimin 'aliimin

6. Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Qur'an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 7
إِذْ
ketika
قَالَ
berkata
مُوسَىٰ
Musa
لِأَهْلِهِۦٓ
kepada keluarganya
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
ءَانَسْتُ
aku melihat
نَارًا
api
سَـَٔاتِيكُم
aku akan mendatangkan kepadamu
مِّنْهَا
dari padanya
بِخَبَرٍ
dengan kabar
أَوْ
atau
ءَاتِيكُم
aku mendatangkan kepadamu
بِشِهَابٍ
dengan api yang menyala
قَبَسٍ
nyala api
لَّعَلَّكُمْ
agar kamu
تَصْطَلُونَ
kamu berdiang/memanaskan badan

اِذۡ قَالَ مُوۡسٰى لِاَهۡلِهٖۤ اِنِّىۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًاؕ سَاٰتِيۡكُمۡ مِّنۡهَا بِخَبَرٍ اَوۡ اٰتِيۡكُمۡ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمۡ تَصۡطَلُوۡنَ‏ ﴿۷﴾  

idz qaala muusaa li-ahlihi innii aanastu naaran saaatiikum minhaa bikhabarin aw aatiikum bisyihaabin qabasin la'allakum tasthaluuna

7. (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 8
فَلَمَّا
maka tatkala
جَآءَهَا
dia tiba kepadanya
نُودِىَ
diserulah dia
أَنۢ
bahwa
بُورِكَ
diberkati
مَن
orang-orang
فِى
di
ٱلنَّارِ
api
وَمَنْ
dan orang-orang
حَوْلَهَا
disekitarnya
وَسُبْحَٰنَ
dan Maha Suci
ٱللَّهِ
Allah
رَبِّ
Tuhan
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

فَلَمَّا جَآءَهَا نُوۡدِىَ اَنۡۢ بُوۡرِكَ مَنۡ فِى النَّارِ وَ مَنۡ حَوۡلَهَا ؕ وَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَ‏ ﴿۸﴾  

falammaa jaa-ahaa nuudiya an buurika man fii alnnaari waman hawlahaa wasubhaana allaahi rabbi al'aalamiina

8. Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 9
يَٰمُوسَىٰٓ
????
إِنَّهُۥٓ
sesungguhnya
أَنَا
Aku
ٱللَّهُ
Allah
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana

يٰمُوۡسٰۤى اِنَّـهٗۤ اَنَا اللّٰهُ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُۙ‏ ﴿۹﴾  

yaa muusaa innahu anaa allaahu al'aziizu alhakiimu

9. (Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
 
 
surah / surat : An-Naml Ayat : 10
وَأَلْقِ
dan lemparkanlah
عَصَاكَ
tongkatmu
فَلَمَّا
maka tatkala
رَءَاهَا
dia melihat
تَهْتَزُّ
ia bergerak-gerak
كَأَنَّهَا
seakan-akan ia seperti
جَآنٌّ
ular
وَلَّىٰ
dia lari
مُدْبِرًا
berbalik kebelakang
وَلَمْ
dan dia tidak
يُعَقِّبْ
menoleh
يَٰمُوسَىٰ
????
لَا
jangan
تَخَفْ
kamu takut
إِنِّى
sesungguhnya Aku
لَا
tidak
يَخَافُ
takut
لَدَىَّ
di sisi/di hadapan-Ku
ٱلْمُرْسَلُونَ
orang-orang yang dijadikan rasul

وَاَ لۡقِ عَصَاكَ‌ ؕ فَلَمَّا رَاٰهَا تَهۡتَزُّ كَاَنَّهَا جَآنٌّ وَّلّٰى مُدۡبِرًا وَّلَمۡ يُعَقِّبۡ‌ ؕ يٰمُوۡسٰى لَا تَخَفۡ اِنِّىۡ لَا يَخَافُ لَدَىَّ الۡمُرۡسَلُوۡنَ ‌ۖ‏ ﴿۱۰﴾  

wa-alqi 'ashaaka falammaa raaahaa tahtazzu ka-annahaa jaannun wallaa mudbiran walam yu'aqqib yaa muusaa laa takhaf innii laa yakhaafu ladayya almursaluuna

10. dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.